numberthreeme

Mostly about Jakarta, and everything in between

Fraud Kartu Kredit Bank Mandiri

Tidak ada yang gratis di dunia ini, termasuk biaya admin kartu kredit. Noted. Lesson learned. 

Jadi gini. Ceritanya saya pengguna kartu kredit keluaran Bank Mandiri yang ditawarin mbak-mbak marketing agresif di dalam mall. Berhubung saya memang customer Bank Mandiri, ya udah sekalian aja dibikinin. Setelah hampir dua tahun dipakai sebagai salah satu instrumen pembayaran, kartu kredit Mandiri saya mulai muncul gejala enggak enak. Mengarah ke-scam sih kalau kata saya. Ini bisa gak sih dilaporin ke YLKI? Kzl.

Masalah muncul karena tiba-tiba kartu kredit saya terblokir. Pas mau belanja di Gramedia, kartu kredit mandiri saya ditolak. Bingung dong, padahal selalu bayar lancar dan cenderung ngelebihin malah. Biar bulan depan enak aja bayarnya, kata saya waktu itu. Hingga saya putuskan nanya langsung ke CS Bank Mandiri.

Kartu Kredit Mandiri Ibu terblokir karena ada penunggakan biaya admin selama enam bulan di kartu Ibu.” 

Wait. Gimana? Jadi ternyata memang kartu kredit selalu datang sepasang. Master Card dan Visa. Saya cuma aktifkan Master Card, entah yang Visa kemana. Ternyata tanpa diaktifkan pun Kartu Kredit Visa saya tetap berjalan. Setelah satu tahun, dia akan kena biaya admin bulanan sebesar entah berapa. Tau-tau saya suruh bayar Rp 230.324,- (katanya baru enam bulan berjalan adminnya, tapi totalnya segini). WAGABENER.

CS Bank-nya malah kasian jatohnya. Masalahnya, customer komplen ke layanan yang seakan-akan terpisah dengan bank dia. Persoalan ini harus saya selesaikan via telepon langsung karena Kartu Kredit Mandiri tidak ada kantor representatif yang melayani komplen pengguna. WAGABENER.

Cara penyelesaian kartu kredit Mandiri yang terblokir gimana? 

Saya disuruh bayar tagihan Rp 230.324,- tadi. Tanpa terkecuali. Lalu rincian tagihannya bisa dilihat enggak? Bisa, tapi diajukan dulu untuk lembar tagihan ke email. Kata CS (akhirnya saya balik ke rumah dan telepon ke 14000), kartu Visa yang biaya admin-nya ‘belum dibayar’ itu belum didaftarkan untuk pengiriman tagihan via email. Jadi Master Card dan Visa Card yang datengnya sepaket itu punya sistem yang terpisah. Konon, lembar tagihan juga sendiri-sendiri. Proses dua – tiga hari sementara kita udah disuruh bayar dulu. Artinya, bayar dulu baru bisa tahu komponen biaya sebesar itu buat apaan. WAGABENER.

Sampe sini gue udah mau maki-maki CS di telepon. But hold on, ada lagi nih yang lebih emosi. Berhubung saya punya saldo sebesar Rp 370 ribu-an di kartu kredit Master Card saya, maka ini kayak dana freeze aja gitu. Malah dipotong-potong ini itu.

Oke saya mau bayar itu tadi dua ratus ribu sekian gara-gara kartu kredit Visa yang bahkan diaktifkan saja enggak pernah. Selanjutnya, saya disuruh telepon dia lagi tiga – lima hari untuk follow up soal ini. Follow up soal: 1) Sudah dibayar via kelebihan saldo, transfer dari kartu kredit Master ke Visa 2) Soal penutupan kartu 3) Dan apakah dana yang tersisa bisa ditransfer ke akun bank mandiri saya.

Dear kartu kredit Mandiri yang customer itu sebenarnya siapa sih? Udah enggak punya kantornya, CS enggak bisa kirim email ke saya (saya minta history conversation via telepon), dan saya yang harus follow up sendiri. WAGABENER.

Di situ, saya udah kepengin tutup aja sekalian kartunya. Sekalian juga kayaknya tutup rekening bank mandiri. Males sih berhubungan sama mereka lagi. ATM saya ilang aja segala pake suruh bikin surat keterangan polisi dulu. Cuma bank mandiri doang yang kayak begini, lho. Ini OOT sih sebenarnya, tapi sekalian aja keselnya zzzz

Namun, masalah soal kartu kredit Mandiri saya belum berhenti sampai di sini. Tutup kartu juga ada prosesnya lho. Jangan senang dulu. Ini ribet lagi. Saya disuruh siapin dokumen pendukung. Dulu pas bikin cuma perlu KTP sementara pas nutup (saya lupa apaan saking banyaknya), dia minta copy KTP, copy buku rekening, dll. Dan…DENDA LIMA PULUH RIBU untuk penutupan kartu kredit bank mandiri. Kalau enggak ditutup gimana? Ya biaya admin dari kartu Visa yang bahkan enggak pernah saya aktifkan itu tetap berjalan selama-lamanya. Enggak peduli kita terima lembar tagihannya atau enggak.

Habis pengajuan penutupan pun nantinya akan ada proses beberapa hari untuk di-acc. Nih ya, kalau orangnya males ngurusin dan males ribet, proses yang menyulitkan dan tidak clear bikin segalanya terasa seperti SCAM. Iya lho, cara mereka memperlakukan pengguna kartu kredit aja kayak begini. Kerugian muncul karena ketidak tahuan pengguna kartu kredit. JAHAT sih menurut saya. SCAM YANG TER-SISTEMATIS.  

Sudah gitu, jangan lagi percaya kalau mbak marketing kartu kredit bilang,”Ini biaya admin-nya gratis lho.” Oh boy, tiada yang gratis. Dia tidak bohong kok hanya menutupi fakta. Contohnya kasus saya. Kartu kredit Master Card memang terbebas biaya administrasi (potongan deh intinya), tapi kartu kredit Visa (yang datang sepaket dengan si Master Card) ternyata kena biaya admin setelah lewat masa satu tahun. Kalau salah satu kartu ditutup, biaya admin akan dilimpahkan ke kartu yang dipakai itu. Intinya gratismu palsu!

Kalau kamu, apa punya pengalaman enggak enak soal kartu kredit keluaran Bank Mandiri? Saya sekarang masih ada kartu kredit keluaran Bank BCA, cuma ini cukup clear dan responsive dalam hal pelayanan ke customer. Biaya admin sih ada, cuma ya ikhlas aja gitu karena tercatat jelas di lembar tagihan. Enggak kayak Mandiri ini, tau-tau kena blokir dan disuruh bayar. Scam banget nih Mandiri credit card. Huft. Harus banget istigfar seribu kali kalau kayak gini sih. 😦

Advertisements

7 comments on “Fraud Kartu Kredit Bank Mandiri

  1. ndu.t.yke
    November 8, 2017

    Ini bank yg 1 ini emang rada arogan klo guah bilang mah.

    Like

    • Vera T
      December 10, 2017

      kayaknya lebih ke layanan kartu kredit-nya. Gak ngerti lagi -___-

      Like

  2. edith
    February 7, 2018

    sudah terima surat lunasnya belum mbak?

    Like

    • Vera T
      March 1, 2018

      emang ada surat lunasnya ya? yang jelas sih kartu sudah tidak bisa dipakai lagi dan rekening bank berjalan normal 🙂

      Like

  3. Baguz BisnisMedia
    April 29, 2018

    Emang biasanya sepaket ya.? Bukanya beda tuh yg mastercard sama visa.?

    Like

    • Vera T
      May 7, 2018

      sepaket dan itu connected. Curangnya mandiri, saya cuma aktifkan satu (mastercard) tapi dia otomatis aktifkan visa juga. Di awal kan selalu ada langkah aktivasi kartu, ehhhh tau-tau yang satu ikut aktif sendiri. Gak ngerti lagi saya haha

      Like

  4. Pingback: Cara Menabung Emas di Pegadaian | numberthreeme

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 8, 2017 by in Review and tagged , .

Categories

Posted!

Blogs I Follow

NGENDONESIA

hanya obrolan kala senggang dalam bungkus tulisan

TIME

Current & Breaking News | National & World Updates

dianagustinaphotography

Let's smile and spread it to the world

Mikaila Acelin S

Stop wishing, start doing!

itsmydecember

the new journalist

Alief Workshop

Opini & Sharing Jujur dari Seorang Nubie

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

gelaph [dot] com

You'll Never Cherish Saturday If You Never Meet Monday

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: