numberthreeme

Mostly about Jakarta, and everything in between

Compromise

Nikah itu soal berkomitmen, kata saya dulu. Kemudian entah gimana saya ngobrol dengan stranger yang bilang kalau nikah itu adalah gimana cara kita berkompromi. Wah. Ini teori baru dan penjelasan dia sungguh masuk akal.

Nikah = komitmen?

Ini pendapat saya dulu. Setelah ketemu opini baru sepertinya saya harus mengakui kalau argumen nikah sekadar soal gimana kita memutuskan untuk berkomitmen adalah sangat lemah. Kenapa? People always change. Segala perubahan biasanya akan mempengaruhi keputusan seseorang hari ini, besok, atau tahun depan. Banyak orang baik yang menikah kemudian berakhir dengan selingkuh. Mereka ini awalnya komitmen setia sama pasangan, bukan? Kok bisa berubah? Ya memang dasarnya manusia itu lemah. Manusia itu lentur jadi perubahan macam apa pun kalau partner hidup enggak bisa ikutin (ikut melentur -red) jadinya grow apart.

Janji manusia itu semu. Catat saja, dan bersiap untuk kecewa. Yah, yang abadi cuma janji dari Allah SWT.

Nikah adalah kompromi.

Nikah adalah soal bagaimana kita berkompromi dengan partner hidup kita. Kata dia – sebut saja si stranger teman ngobrol saya ini sebagai GM – karakter orang saat pacaran dengan nikah itu bisa beda. We can’t hold on character then decide to marry this person. Dari jadwal mandi pagi, ngatur perabot rumah, sampai urusan anak aja bisa beda. Semuanya adalah tentang bagaimana kita berkompromi. Bagaimana kedua pihak bisa saling mengisi, mengalah ketika yang satu ngotot, meyakinkan ketika yang satu ragu, dan saling melengkapi. It’s all about compromise. Semuanya supaya hidup berdua menjadi merasa seimbang. Merasa lho ya, it can not be perfect all the time.

Hmmm….kemudian saya mikir panjang. Dia benar. Ini soal bagaimana saya harus mampu jadi manusia penuh kompromi. Bagi saya, ini sulit. Sungguh sulit.

Saya rasanya akan mengubah doa saya. Isinya begini: Ya Allah SWT, semoga saya selalu diberi kelapangan hati dan menjadi manusia yang penuh kasih dan mudah berkompromi. Ketika saya sudah mampu berkompromi, titip salam sama jodoh saya boleh, ya? Bisiki dia, katakan kalau “sudah saatnya”. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 29, 2017 by in Life.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 52 other followers

Still hungry? Please say YES.

Mini size tree of life 🌲 #treeoflife Dadaahh @hellofirsta safe flight ✈️ Sampe jumpa di obrolan berfaedah lainnya. Wah aku makin pintar, thanks to you 😂#untilwemeetagain Kannn dibilang juga apaaa. Belum juga ganti kalender udah motret lagi, stok foto nambah lagi. Eh btw besok yg ikut tur gratisan bisa mampir ke tempat ini. Kekep dompet yg kenceeeng @dianavitriya hahaha X-mas decoration idea @frardig #youarewelcome 🤣 Mamang-mamang kuda gayanya emang gitu. Swag~ #swag #horserider #bromo #livefolkindonesia #livefolk #instasunda Sesungguhnya eik paling suka foto terakhir 😂😅 pic by pak rockybalboa Penyegaran timeline ☘️☘️☘️ #travelvideo #bromo

Categories

Posted!

Blogs I Follow

NGENDONESIA

hanya obrolan kala senggang dalam bungkus tulisan

TIME

Current & Breaking News | National & World Updates

dianagustinaphotography

Let's smile and spread it to the world

Mikaila Acelin S

Stop wishing, start doing!

itsmydecember

the new journalist

Alief Workshop

Opini & Sharing Jujur dari Seorang Nubie

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

gelaph [dot] com

You'll Never Cherish Saturday If You Never Meet Monday

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: