numberthreeme

Mostly about Jakarta, and everything in between

Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Siapa di sini yang masih suka main facebook? Saya masih. Alasannya ada tiga. Pertama, buat akun feed dan marketing tools jualan saya. Kedua, biar tahu info teman-teman tanpa harus bertanya, hehe. Ketiga, simply because facebook is fun. Dia salah satu perusahaan internet yang gak bosan mengembangkan product dan service-nya.

Namun belakangan saya kok kesal ya buka facebook. Dimulai dari saat kasus Ahok yang ‘berantem’ sama Al-Maidah ayat 51, banyak kawan-kawan saya jadi over sensitive sama semua hal. Banyak yang tidak lagi menyapa, banyak yang takut salah komen/posting, dan banyak lagi yang ngajak perang. Hanya ada hitam dan putih, hingga zona abu-abu dan sisi berpikir manusia udah hilang entah kemana.

Kalau sudah begini, siapa yang diuntungkan? Wahai calon penghuni surga dan orang kafir di dunia, apa sih yang sebenarnya kalian cari? Membela agama bukan berarti menyakiti yang bukan agamamu. Menjunjung nalar juga bukan berarti mencari nila di antara susu dalam belanga.

Susah bagi saya untuk tidak memihak. Akan tetapi keberpihakan manusia itu relatif. Saya tidak pernah suka dengan Habib Rizieq. Enggak usah dinamai Habib sepertinya, betapa banyak ucapan penuh kebencian dalam ceramahnya. Pantaskah dia disebut Habib? Saya juga tidak suka dengan poligami ala AA Gym. Kalau saja kalian tidak melupakan rekam jejak siapa suporter paling kontra dengan Ahok, apa masih berada satu barisan dengan mereka yang bertameng di balik ayat suci? Ah siapalah saya. Saya masih cetek, enggak tahu juga isi hati mereka itu bagaimana. Maaf.

Lalu, apa sekarang saya berada di pihak Ahok? Secara akal sehat, iya saya berada di pihak Ahok. Kelihatan dong siapa yang kerja keras untuk warga selama ini? Namun sekeras apa pun saya berusaha meyakinkan diri sendiri, kalau melihat aksi 2 Desember lalu kenapa ada getaran-getaran yang sulit terjelaskan?

Kebetulan hari itu saya berada di sekitaran Jakarta Selatan dan berpapasan dengan para peserta aksi berbaju putih-putih. Ada rasa ‘deg’ saat melihat mereka. Ya, mungkin mereka itu yang benar-benar tulus. Berbagai macam orang datang dengan tujuan beragam. Ada yang dibayar, tapi ada yang ‘gratisan’. Jangan marah ya kalau dibilang dibayar, itu mungkin bukan kalian tapi massa ‘yang lain’.

Terus, sebenarnya saya ini di pihak mana? 

Saya di pihak idle. Haha. Saya sepertinya akan ada sebarisan dengan Anshor keluarga Wahid. Adem ketika bertindak, membela seperlunya dengan pertimbangan ke-Bhinneka-an. Saya terima label : JIL, kafir, terlalu kiri , and so on so on. Mungkin emang saya ini liberal, who knows? Hehe..

Mau masuk surga enggak? Masa bela agama sendiri setengah-setengah?

Percayalah saudaraku, Tuhan Maha Tahu. Hmm..jadi ingat lagi almarhum Chrisye. Bagaimana jika surga dan neraka tak pernah ada? Featuring-nya Ahmad Dhani lagi. Such an ironic…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 9, 2016 by in Life and tagged , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 48 other followers

Still hungry? Please say YES.

Gak punya stok kata mutiara. Barusan banget malah copaste terus lupa hapus nama pengirim. Duh. Happens a lot of times. 
Dulu banget, malem takbiran itu waktunya screening nomer kontak terus kirim pesan SMS ke semua teman. Semua. Hingga kemudian tahun berikutnya gak kirim ucapan ke siapa pun kalau dia gak duluan kirim pesan *dihgitu. 
Anyway, selamat lebaran ya semua kawan Muslim kesayangan akoohhh ❤

p.s. ini kiriman darimu ya @chiciiicii? aku pinjem yaa hehe Minal aidin wal faidzin, selamat lebaran :* I could speak in Chinese, but less people believe it. A new colleagues and friends come and go and all the time I only speak in English, or yeah Indonesian language (since I live in Indonesia). 突然我想念中文. 想要跟新加坡阿姨喝咖啡 --yes I know, this is so random, but something like this always happen when you travel alone. Been there, done that. 
跟美國人請中文 -- random people in random places. Bisa-bisanya dia lancar banget. Super polite dan kayaknya gak pernah belajar makian macem 混蛋 :D
Udah gitu aja. Intinya, jadi pengen ke 台灣 lagi~ 
p.s. Finna, I miss you. Lagi pencitraan. --abis itu diomelin pramugarinya 😿

#okbhay I wish I could easily fall asleep just like him.

#sleep #human #betweenlines Gorgeous.

#mosque #playwithlight #architexture Being mute for a sec. 
#musician #human #itsnormal Her season is coming~ 
Kamu makan buahnya atau kulitnya? *eh 
#mangoosteen Learn so much stuff from this young professor. From psychology to pop movie, triathlons to the food marathon (ha!), talkgasm. Thank you! 🙏

Categories

Posted!

Blogs I Follow

NGENDONESIA

hanya obrolan kala senggang dalam bungkus tulisan

TIME

Current & Breaking News | National & World Updates

dianagustinaphotography

Let's smile and spread it to the world

Mikaila Acelin S

Stop wishing, start doing!

itsmydecember

the new journalist

Alief Workshop

Opini & Sharing Jujur dari Seorang Nubie

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

gelaph [dot] com

You'll Never Cherish Saturday If You Never Meet Monday

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: