numberthreeme

Mostly about Jakarta, and everything in between

Apakah kamu mencintai saya?

Beberapa hari lalu, sebuah artikel membuat saya terinspirasi. Judulnya 15 pertanyaan yang harus bisa dijawab oleh orang yang kamu nikahi, selengkapnya bisa dibaca di sini. Hmm…ini bisa buat self healing sekalian saya nge-track juga apakah dulu si mantan jahanam bisa menjawab ini atau tidak. Ayo mulai kita nge-list.

Pertanyaan pertama: Kenapa kamu mencintaiku?

Saya pernah bertanya ini. Dia tidak bisa menjawab dengan jelas, cuma tersenyum kemudian mengalihkan pertanyaan saya dengan hal lain.

Pertanyaan kedua: Kenapa kamu ingin menghabiskan sepanjang hidupmu denganku?

Sama. Ini cuma cengar-cengir doang. I don’t know why, when I start to ask serious question he can not answer and tend to ignore it. Hidup itu jangan dibawa serius, kata dia. You know what? It was a bullshit.

Pertanyaan ketiga: Apakah kamu akan berusaha untuk tetap bersikap romantis?

Ini sih enggak usah ditanya. Dari kelakukan sudah kelihatan, dia memang bukan tipe romantis kok. Hanya saja seingat saya, dia tidak pernah membelikan saya bunga dengan kehendaknya sendiri. Oh well, I am still a girl. Sometimes I feel like to get a nice flower…

Pertanyaan keempat: Apakah kamu akan ‘bertumbuh’ bersamaku dan tidak lari dariku?

I never ask, but his action might tell me everything. Dia pernah lari dari saya, saat masa-masa sulit, saat saya butuh dukungan luar biasa pasca kehilangan pekerjaan saya. Sayangnya, saya lupa akan masa-masa dia menghilang dan terlalu baik untuk menerima dia kembali. Stupid me, I was blind and can not read a ‘sign’.

Pertanyaan kelima: Apakah kamu akan tetap berada di sisiku saat masa-masa sulit?

Jawabannya ada di pertanyaan keempat. He was not, not at all.

Pertanyaan keenam: Apakah kamu rela mengalah?

Yes. Ini adalah ‘iya’ pertama dari deretan pertanyaan di atas.

Pertanyaan ketujuh: Bisakah kamu berjanji untuk menjadikanku sebagai prioritasmu?

Ini, big NO. His family is everything, now and then. Saya pernah bertengkar berkali-kali dengan orang ini, bertengkar karena saya suka bertanya di manakah posisi saya, di urutan berapa, di skala prioritas yang mana. Di antara keluarga, pekerjaan, dan bos, saya di urutan terakhir. Oh, mungkin juga selingkuhannya ada di prioritas di atas saya.Pfftt…

Pertanyaan kedelapan: Apakah kamu akan menjadi orang tua yang baik?

Iya dan tidak. In some way, yes he would. Tapi bagaimana dia memperlakukan saya tidak bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Sederhananya, dia tidak mau ‘mengubah’ sedikit cara berpenampilan di depan lingkungan lain.

Dia tidak suka memakai batik untuk sekadar datang ke nikahan kawan. Always want to be his own self dan melupakan ada ‘hati’ yang perlu dijaga. Asal tau saja, saya tidak malu dengan dirinya, penampilan dan segala sifat kerasnya, hanya saja saya bukan terlahir dari batu yang lupa akan norma kesopanan dan menjaga sikap sesuai tempat kita dimana. Karena, ada hati yang perlu dijaga.

Pertanyaan ke…

Oh Tuhan. Rasanya saya tidak sanggup me-listing ini semua. Kok kacau sekali orang ini. Saya ingin mengenang orang ini sebagai orang baik, tapi semakin saya gali lagi kenapa semakin muncul benci dan kesalahan? Dia pernah baik, tapi suatu masa dia itu jahat sekali. Sungguh jahat saat komitmen saya untuk percaya benar-benar dibalas dengan khianat yang sedemikian rupa.

Sudahi saja. I feel bad for listing those stupid question (but still published it). Ini semua hanya semakin membuktikan kalau saya bukan apa-apa dalam kehidupannya. Saya hanya bayangan yang begitu mudah disingkirkan dan tergantikan. I was nothing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 13, 2016 by in Life, Saya pernah patah hati and tagged .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 42 other followers

Still hungry? Please say YES.

Save the best for the last. 
I like chocolate and ice cream, it's perfect match!

#sweettooth #homemade #chocolate #icecream #instafoodies #nicedinner I don't know when will posting these stuff. So now forgive me for spamming your timeline. 
It's so Italian. Looks good on cam but not my fav

#nicedinner #homemade #foodies Another pizza with mozarellalalalala~

#homemadepizza #nicedinner #mozzarella Home made pizza with five different dipping sauces. I like the yellow one~ 
#homemade #nicedinner #pizza #dippingsauce Dipping stuff. Carrots and paprika. 
#nicedinner #familyseries #foodies #homemade Makan-makan tadi sore. 
Biasa, kang foto cuma kursi kosongnya yg kepoto. Hahaha~ 
#nicedinner #thisisnow #eveningsnacks #familyseries Surabaya city map for next year walking tour. Anyone? :p

#jalanteross Running track on Gasibu Square. 
Warna birunya menggoda ya... #blue #runningtracks #publicsquare #gasibu #bandung #ngebandung #instacolors

Categories

Posted!

Blogs I Follow

NGENDONESIA

hanya obrolan kala senggang dalam bungkus tulisan

TIME

Current & Breaking News | National & World Updates

dianagustinaphotography

Let's smile and spread it to the world

Mikaila Acelin S

Stop wishing, start doing!

itsmydecember

the new journalist

Alief Workshop

Opini & Sharing dari Seorang Nubie

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

gelaph [dot] com

You'll Never Cherish Saturday If You Never Meet Monday

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: