numberthreeme

Mostly about Jakarta, and everything in between

Resto Sushi Takarajima Depok kok gini amat :|

Gara-gara Sushiku Pondok Kelapa, saya jadi doyan makan sushi. Nah, kebetulan pas main ke Margonda Depok, ada restoran sushi (yang kayaknya baru) namanya Takarajima. Digerakkan rasa penasaran dan panasnya kota Depok, akhirnya saya masuk ke restoran Takarajima Depok dengan harapan bisa ngadem sambil makan sushi. :p

First impression di Takarajima Depok

Restoran ini punya dekorasinya lucu, tapi maksa. Meski siang bolong, lampu-lampu gantung dalam ruangan tetap menyala, kayaknya sih karena restonya kecil makanya cahaya dari luar cuma sedikit yang bisa masuk ke dalam ruangan. Gelap deh.

takarajima depok

maap itu nongol kepala teman saya :/

Nah, di dinding restoran Takarajima Depok ini ditempelin kaca, mungkin maksudnya supaya kelihatan luas, tapi menurut saya failed karena ada pohon palsu segede gaban yang ngabisin tempat. Udah mana pohon bohongan, daun-daunnya yang lebar itu bersih dari debu gak tuh? Malah bikin restoran gak higienis. Ngok.

takarajima depok

Pohon musim semi ala-ala~

Rasa dan tampilan sushi Takarajima Depok

Ini nih yang agak mengecewakan. Dari segi harga, emang harganya ‘harga sushi banget’, tapi rasanya biasa saja, malah cenderung hancur…

Gyoza yang saya pesan, kulitnya hangus dan sobek.

takarajima depok

Gyoza-nya gosong

Porsi beef ramen-nya terbilang pelit, padahal harganya Rp 35 ribu, udah gitu lembaran beef-nya gak dipotong-potong, lebar banget, jadi susah makan beef-nya.

takarajima depok

Foto Beef Ramen setelah dirapihin. Harga:  IDR 35 k

Volcano Crunchy yang paling mending. Ukurannya kecil dan sekali hap langsung habis. Tadinya nih, saya penasaran pengin lihat isi sushi volcano crunchy ini apa saja sih, tapi sushi ini gak bisa dibelah dua. Seaweed yang ada di sekelilingnya sudah melekat banget, seakan tak izinkan saya membagi sushi volcano-nya jadi dua. Emang harus ditelan langsung tanpa lihat isinya. Haha..

takarajima depok

Volcano Crunchy, IDR 29,5 k

Kalau soal pelayanan di Takarajima Depok, gimana?

Lagi-lagi saya kecewa. Mbak-mbaknya ketahuan banget masih ijo dan gak ngerti how to serve people in restaurant.

  1. Mbak-nya budek, susah banget deh dipanggil
  2. Saat nuangin ocha dingin refill ke gelas saya, masa sedotan nempel ke badan dia? Jorok gak sih tuh? Menurut saya sih jorok :/
  3. Saya harus ambil uang kembalian di meja kasir sendiri, dan gak dibilangin. Kirain uang kembalian bakal dianter balik ke meja saya, ya sudah ditungguin. Eh, udah nunggu-nunggu, 10 menit kemudian saya nanya lagi soal kembalian, dia malah bilang : “Oh iya, kembaliannya di meja kasir, Mbak.”

Yeah, ngobrol dong, mentang-mentang udah bayar masa langsung dilupain gitu?

Kesimpulan

Bukannya nyumpahin, restoran model begini biasanya gak nyampe setahun juga udah tutup. Ya gimana dong, dari segi rasa biasanya saja, harga juga sama (premium) dengan restoran sushi yang lain, udah gitu pelayanan restoran Takarajima Depok ini pun gak membantu.

Buat kamu yang lagi main sekitar Gang Kober Margonda Depok, mending makan bakso malang yang ada di sebelah resto sushi Takarajima Depok ini, atau makan es pocong sekalian. Jelas lebih enak dan hemat di kantong, seriusan.

Advertisements

5 comments on “Resto Sushi Takarajima Depok kok gini amat :|

  1. romatictrash
    May 30, 2017

    That’s rude. Do you know this will affect everyone perspective? Do you know this kind of post wil affect the restaurant? Jesus. Watch your words.

    Like

    • Febri Angelia
      November 24, 2017

      Iya bener :(((
      saya suka banget ke restoran ini, dan itu udah lama banget kok restorannya, dari 2011 udah ada
      Harganya lebih ke mahasiswa krn emang di lingkungan sekitar UI, resto sushi lainnya yg saya datengin itu harganya jauh lebih mahal dari itu. saya ga ngerti mba nya bilang mahal itu komparasinya gimana, misal ramen 35ribu, emang biasa ramen di resto jepang brp mba? Kalo sushi miya81 pernah diajakin temen yg di depok juga deket situ, sekilas terlihat lebih murah tapi porsinya jauh lebih kecil dan sedikit. Rata2 sushi di takjim 1 porsi isi 8, di miya81 ada yg cuma isi 2 (sushi kok bukan nigiri). Kalo bandingin ya jgn ke es pocong atau bakso malang sebelahnya mba ya jelas beda, apple to apple dong. Soalnya ini resto jepang favorit saya selain sushitei dan harganya bisa beda sampe 20ribu lebih murah kok :’)) soal ramen yg beef ga dipotong, mba nya pernahkah membandingkan dgn resto ramen yg khusus jual ramen? saya banyak nyoba resto ramen dan sukanya makan ramen di hakata, ikkudo ichi, dagingnya emang selalu gede2 mba dan harga yg biasa saya keluarkan utk makan ramen itu 80-100k

      Soal interior saya juga cukup suka tuh sama adanya pohon dan ga ngerasa itu kotor. Memang tergantung sih masing2 orang tapi mungkin mba nya cuma perlu lebih berhari-hati untuk berbicara apalagi ini bukan ngobrol ke temen loh, di tempt yg semua bisa akses

      Saya sering diajarin sama ibu saya kalo pekerja itu kerja ya lelah mba kadang ngelakuin bbrp kesalahan ya termasuk uang kasir itu ya harap dimaklumin aja mba nya, sejauh ini mereka ramah banget ke saya dan langsung tau tuh “spot” favorit dan menu yg saya pesen, seramah itu :))

      dan Tuhan itu baik, ga kayak yg mba nya bilang setahun tutup, mulai dari 2011 resto ini ada, resto ini masih berjalan dgn baik dgn pegawai yg jarang ganti
      semoga mba nya juga sehat dan sukses selalu seperti resto takarajima ini 🙂

      Like

      • Vera T
        December 10, 2017

        They gave better service and learnt from their mistake. Itu tulisan lama saya, kritik boleh dong? Good for Takarajima (y)

        Like

  2. kiki
    December 4, 2017

    wah baru baca artikel ini..
    it’s 2017 now and the restaurant is still open 🙂
    it just proves everything

    and yes, saya penikmat sajian takarajima dari sejak saya masih single sampe punya anak dua. suami dan anak2 saya pun suka sajian resto ini.. terakhir ke sana pelayanan malah makin oke tuh 🙂

    so for those who wants to try takjim’s dishes, be sure not to worry. it worths every penny 🙂

    Like

    • Vera T
      December 10, 2017

      Makasih udah mampir ke blog saya. Good for Takarajima, bad review make them ‘stronger’ 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 5, 2015 by in Foods and tagged , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 52 other followers

Still hungry? Please say YES.

Mini size tree of life 🌲 #treeoflife Dadaahh @hellofirsta safe flight ✈️ Sampe jumpa di obrolan berfaedah lainnya. Wah aku makin pintar, thanks to you 😂#untilwemeetagain Kannn dibilang juga apaaa. Belum juga ganti kalender udah motret lagi, stok foto nambah lagi. Eh btw besok yg ikut tur gratisan bisa mampir ke tempat ini. Kekep dompet yg kenceeeng @dianavitriya hahaha X-mas decoration idea @frardig #youarewelcome 🤣 Mamang-mamang kuda gayanya emang gitu. Swag~ #swag #horserider #bromo #livefolkindonesia #livefolk #instasunda Sesungguhnya eik paling suka foto terakhir 😂😅 pic by pak rockybalboa Penyegaran timeline ☘️☘️☘️ #travelvideo #bromo

Categories

Posted!

Blogs I Follow

NGENDONESIA

hanya obrolan kala senggang dalam bungkus tulisan

TIME

Current & Breaking News | National & World Updates

dianagustinaphotography

Let's smile and spread it to the world

Mikaila Acelin S

Stop wishing, start doing!

itsmydecember

the new journalist

Alief Workshop

Opini & Sharing Jujur dari Seorang Nubie

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

gelaph [dot] com

You'll Never Cherish Saturday If You Never Meet Monday

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: