numberthreeme

Mostly about Jakarta, and everything in between

Jempol ke bawah untuk Steak 21

Biasanya kalau saya main ke Mal Metropolitan dan kepengin makan steak, pilihan tempat makan saya otomatis akan jatuh ke restoran Platinum yang ada di lantai paling atas mal di Bekasi Barat ini. Berkali-kali makan di sana, enggak pernah kecewa dengan rasa maupun harga.

Nah, entah ada angin apa pas lewat bioskop XXI saya membelok ke restoran Steak 21 yang ada di sampingnya. Dalam hati, nama restorannya steak, menu andalannya pasti steak dong ya, enak dong yaa..

Namun kenyatannya, steak di Steak 21 sama sekali enggak endeus sodara-sodara!

Begini kronologi ceritanya…

Awalnya, saya mau pesan sirloin something, terus sama mbaknya dirayu,”Yang itu ada lemaknya, kalau mau yang enggak ada lemaknya bisa dicoba pesan tenderloin, Mbak.”

Saya nyeletuk, “Jadi, elo tau makanan yang lo jual berlemak dan gak ‘bagus’ untuk dipesan, buat apa dipajang di menu?” Untung nyeletuknya dalam hati, sih. Hehe.

Oke, saya coba percaya si mbaknya dan pesan Tenderloin Reguler, yang harganya beda sekitar Rp 20 ribu dengan sirloin, exclude tax Rp 87 ribu ‘aja’ untuk seporsi tenderloin ukuran reguler. Dalam hati (lagi), pasti enak dong ya, harganya lebih mahal dari steak di Platinum maupun Wagyu di Joni Steak yang endeus bambang.  Saya pun minta medium rare, karena kan katanya daging tak berlemak, jadi biasanya gampang motongnya. Ditambah, saya request untuk menghilangkan kentangnya dan diganti dengan sayuran rebus semua. Sip.

Lalu, mbaknya nawarin sauce tambahan, dengan harga yang lain tentunya. Dia bilang kalau pesanan saya cuma pakai bumbu biasa, kalau mau bisa tambah saus special. Gitu, ya? Okeh, saya pun pesan saus tambahan. Sip.

Setelah nunggu kira-kira 15 menitan, akhirnya pesanan saya datang, plate-nya panas mengepul-ngepul. Steak saya terhidang di meja, tapi ada yang bikin saya kaget sekaligus merasa kecewa….Mbaknya dengan gesit (tanpa bertanya ke saya!) langsung menuang sauce mushroom special di atas daging steak saya, blaasss…dan dia pun pergi begitu saja. Damn, saya kan pengin ngerasain  makan dagingnya saja tanpa embel-embel bumbu. Itu salah satu cara awal saya menilai daging steaknya fresh atau enggak, beneran daging ‘mahal’ atau murahan, tanpa terdistraksi sama rasa saus si daging. Kzl.

Okeh, yaudahlah yaa makan yang ada saja, potong sana potong sini dan saya kembali kecewa. Masa dagingnya masih berdarah, dikunyah pun alot. Pesanan sih memang setengah matang, cuma harapan saya dagingnya akan lebih juicy dan enggak akan alot kalau dimakan. Lah ini, saya dikira vampire, doyan darah. Ini lagian pake daging apaan deh bisa alot begini. Kzl.

Sayuran pun demikian mengecewakan. Saya disajikan jagung rebus yang berlimpah, minim wortel kurang buncis. Rasanya makan sayuran tapi manis (jagung) semua ,enggak bisa nge-blend dengan daging steak yang susah payah saya kunyah di mulut, enggak ada rasa tawarnya. Gagal sudah kombinasi rasanya. Makin kzl.

Ya sudah, karena malas berlama-lama akhirnya saya minta bon dan bayar makan siang saya hari itu. Ditotal-total, untuk satu porsi Tenderloin yang berdarah-darah plus es teh tawar berikut saus printilan yang rasanya enggak spesial-spesial amat, saya harus bayar Rp 111.100,-.

IMG_20150121_190457

Kalau mahal tapi enak sih oke, lah ini? Kzl.

Kesimpulannya, saya tidak akan kembali lagi makan steak di Steak 21. Bhay!

One comment on “Jempol ke bawah untuk Steak 21

  1. iamchefblog
    January 30, 2015

    This looks delicious! Il definitely be stopping by more often to read your posts🙂 keep it up! – Feel free to stop by mine if you get a chance! http://www.iamchefblog.com🙂 xx

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 30, 2015 by in Uncategorized and tagged , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 42 other followers

Still hungry? Please say YES.

Save the best for the last. 
I like chocolate and ice cream, it's perfect match!

#sweettooth #homemade #chocolate #icecream #instafoodies #nicedinner I don't know when will posting these stuff. So now forgive me for spamming your timeline. 
It's so Italian. Looks good on cam but not my fav

#nicedinner #homemade #foodies Another pizza with mozarellalalalala~

#homemadepizza #nicedinner #mozzarella Home made pizza with five different dipping sauces. I like the yellow one~ 
#homemade #nicedinner #pizza #dippingsauce Dipping stuff. Carrots and paprika. 
#nicedinner #familyseries #foodies #homemade Makan-makan tadi sore. 
Biasa, kang foto cuma kursi kosongnya yg kepoto. Hahaha~ 
#nicedinner #thisisnow #eveningsnacks #familyseries Surabaya city map for next year walking tour. Anyone? :p

#jalanteross Running track on Gasibu Square. 
Warna birunya menggoda ya... #blue #runningtracks #publicsquare #gasibu #bandung #ngebandung #instacolors

Categories

Posted!

Blogs I Follow

NGENDONESIA

hanya obrolan kala senggang dalam bungkus tulisan

TIME

Current & Breaking News | National & World Updates

dianagustinaphotography

Let's smile and spread it to the world

Mikaila Acelin S

Stop wishing, start doing!

itsmydecember

the new journalist

Alief Workshop

Opini & Sharing dari Seorang Nubie

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

gelaph [dot] com

You'll Never Cherish Saturday If You Never Meet Monday

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: