numberthreeme

Mostly about Jakarta, and everything in between

Aturan tidak melulu harus mengatur

Baru saja, saya selesai membaca kisah “Terlalu banyak aturan” tulisan Paulo Coelho. Di kisah ini diceritakan bagaimana ia mempelajari sky darat Skandinavia hingga merasa kehilangan esensi permainan malah di saat ia menemukan aturan teknis permainan tersebut.

Lalu, di akhir kisah Coelho berkata, “Saya heran kenapa manusia begitu terobsesi membuat peraturan untuk segala hal.”

Kalimat ini membuat saya teringat akan fotografi.

Bertahun-tahun saya suka foto, difoto, memfoto. Kamera digital hampir selalu saya bawa kemana-mana. Hingga kemudian saya membeli kamera prosumer, kamera yang punya fungsi manual setting layaknya DSLR. Bedanya cuma lensanya yang engga bisa diganti dan view finder-nya yang kayak kamera film jaman dulu, bukan view finder DSLR.

Kebetulan, belum sebulan saya beli kamera prosumer, teman saya buka kelas kelompok belajar fotografi dasar. Langsung join! Tujuan saya : ingin memaksimalkan fungsi kamera, udah sekian.

Ternyata, di situ diajarin teknik macem-macem, triangle fotografi, hunting foto bareng sekaligus nambah temen baru. Banyak sih manfaatnya.

Tapi karena tahu (sedikit) teknik, kok hasil fotonya malah engga ada yang bikin saya puas ya? Saya tidak lagi capturing moment secara fun, tapi jadi berpikir apakah setting-an kamera saya sudah pas atau belum.

Itu jelas bukan saya.

Di akhir kelas, balik lagi saya bertanya kepada diri sendiri, apa tujuan awal saya ikut kelas fotografi. Saya kenal kamera saya jauh lebih baik dari saat sebelum saya ikutan kelas fotografi ini. Mission accomplished!

Aturan-aturan dasar fotografi, teknik ini teknik itu adalah buatan manusia sendiri. Mungkin dibuat untuk memudahkan, mungkin juga tidak. Masing-masing orang punya caranya sendiri untuk ‘mengabadikan momen’.

Dan sama seperti Coelho, saya pun berpikir kenapa sih manusia suka sekali membuat aturan-aturan.

Fotografi itu seni. Seni itu diukur dari rasa. Rasa itu berada di atas segala macam aturan. Bagi saya, memfoto itu salah satu cara membebaskan rasa. Jadi biarkanlah rasa (baca : feeling) yang membimbing tangan saya untuk memotret. Biarkan komposisi saya ukur dengan feeling saja.

Keep ‘nyetrit’ keep spirit! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 19, 2012 by in Uncategorized and tagged , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 48 other followers

Still hungry? Please say YES.

Gak punya stok kata mutiara. Barusan banget malah copaste terus lupa hapus nama pengirim. Duh. Happens a lot of times. 
Dulu banget, malem takbiran itu waktunya screening nomer kontak terus kirim pesan SMS ke semua teman. Semua. Hingga kemudian tahun berikutnya gak kirim ucapan ke siapa pun kalau dia gak duluan kirim pesan *dihgitu. 
Anyway, selamat lebaran ya semua kawan Muslim kesayangan akoohhh ❤

p.s. ini kiriman darimu ya @chiciiicii? aku pinjem yaa hehe Minal aidin wal faidzin, selamat lebaran :* I could speak in Chinese, but less people believe it. A new colleagues and friends come and go and all the time I only speak in English, or yeah Indonesian language (since I live in Indonesia). 突然我想念中文. 想要跟新加坡阿姨喝咖啡 --yes I know, this is so random, but something like this always happen when you travel alone. Been there, done that. 
跟美國人請中文 -- random people in random places. Bisa-bisanya dia lancar banget. Super polite dan kayaknya gak pernah belajar makian macem 混蛋 :D
Udah gitu aja. Intinya, jadi pengen ke 台灣 lagi~ 
p.s. Finna, I miss you. Lagi pencitraan. --abis itu diomelin pramugarinya 😿

#okbhay I wish I could easily fall asleep just like him.

#sleep #human #betweenlines Gorgeous.

#mosque #playwithlight #architexture Being mute for a sec. 
#musician #human #itsnormal Her season is coming~ 
Kamu makan buahnya atau kulitnya? *eh 
#mangoosteen Learn so much stuff from this young professor. From psychology to pop movie, triathlons to the food marathon (ha!), talkgasm. Thank you! 🙏

Categories

Posted!

Blogs I Follow

NGENDONESIA

hanya obrolan kala senggang dalam bungkus tulisan

TIME

Current & Breaking News | National & World Updates

dianagustinaphotography

Let's smile and spread it to the world

Mikaila Acelin S

Stop wishing, start doing!

itsmydecember

the new journalist

Alief Workshop

Opini & Sharing Jujur dari Seorang Nubie

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

gelaph [dot] com

You'll Never Cherish Saturday If You Never Meet Monday

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: